Senin, 08 April 2013

KEEGOISAN DALAM PEKERJAAN


DRAMA
Didalam suatu Butik Sandal, dimana Suci (Boss), Anong (Manajemen), Ryan dan Handoko (Office boy), Fitri dan Juli ( Designer Sandal) Dhanu dan Yoga (Pegawai yang melayani pelanggan), Wita dan Wildan (Pelanggan)

Suatu pagi Tepatnya pukul 07:00, Seperti biasa Mereka mengerjakan tugasnya masing-masing.
Tiba-tiba dari depan dari depan pintu Butik terdengar suara lantang sang Bos
Suci        : Selamat Pagi semuanya, Selamat Mengerjakan aktivitas masing-masing (Seru sang Boss)
Pegawai : Selamat pagi Bu (Dengan Kompaknya)
Suci        : Saya merasa ada yang kurang (Sambil berpikir) ..... Dimana Anong ? (Tanya sang Boss)
Ryan      : Maaf bu, Tadi Pak Anong sempat menelpon saya, katanya dia akan datang agak telat hari ini, Karene dijalan macet parah.
Suci        : Oh Gitu, Ok. Oh iyah Fitri dan Kamu Juli, Adakah Rancangan kalian yang paling terbaru ?
Juli         : Saya sudah mendesign dua Sandal Bu, Ibu bisa lihat hasil karya saya di Tablet saya yang ini.
Suci        : mmmm, Bagus. Saya Suka dengan Karya kamu, Lanjutkan membuat sandalnya !
Juli         : Baik bu, Terima kasih banyak Bu .
Suci        : Design kamu mana ? (Bertanya Pada Fitri)
Fitri        : oh iyah saya Bu. Ibu bisa lihat yang ini, Motifnya Unik bukan Bu ?
Suci        : Kamu ini .... ini apa ? Terlalu banyak bunga, Dan Warnanya Tolong kamu perbaiki.
Fitri        : Baik bu, Akan saya perbaiki.
               Sementara di Jam Istirahat, Fitri pergi keToilet, Ia berbicara pada cermin
Fitri        : Mengapa selalu Juli, Juli, dan Juli yang selalu di puji, Emang karya aku kurang apa sih ? Padahalkan udah bagus banget, Emang si itu Juli harus di lempar dari butik ini.
               Handoko pun yang sedang mengepel lantai toilet tanpa sengaja mendengar apa yang Fitri baru katakan, Ia pun bergegas pergi dari toilet lalu ia menceritakan pada kawan-nya yaitu Ryan.
Ryan      : Ahh yang bener kamu Ko ? Mbak Fitri itu kan baik, ga mungkin dia sejahat itu pada Mbak Juli
Handoko: Tapi aku mendengar sendiri dengan kedua telingaku, Sepertinya Mbak Fitri Iri dengan hasil karya Mbak Juli, Kamu kan tadi liat sendiri, Ibu suci hanya memuji hasil karya Mbak Juli.
Ryan      : iyah juga sih. Lalu apa yang harus kita lakukan ? apa kita beritahu ibu suci saja ?
Handoko: eh eh eh, Jangan. Kita biarkan saja, Inikan Urusan mereka. Tugas kita kan hanya membersihkan Butik ini, Tidak ada yg lain, kamu faham ?
Ryan      : iyah deh, Lebih baik kita diam saja.
               Beberapa hari kemudian, seperti biasa-nya di pagi hari mereka mengerjakan aktivitas masing-masing, dan kebetulan hari ini Juli agak telat datang, karna dia sedang kurang enak badan.
Anong   : (mengetuk Ruang Boss) Ibu maaf mengganggu sebentar, Baru saja Mbak Juli sms saya, katanya hari ini dia agak terlambat, karena dia merasa agak kurang Vit.
Suci        : oh yah, Tidak apa-apa, kalau Juli sudah datang, Suruh dia masuk keruangan saya dan  Terimakasih atas Informasinya.
Anong   : Baik ibu, sama-sama (lalu meninggalkan Ruang Boss)
               Tanpa sengaja Fitri pun mendengar percakapan antara Boss dan sang manajer, terlintas di pikran Fitri bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk mencuri dan mengancurkan Karya Juli
Fitri        : hahaha (Tertawa puas) Lihat permainanku yah Juli.
               Sementara terlihat di Ruang Pameran Butik sandal, terdapat dua orang pelanggan yang sedang melihat-lihat Sandal, dan kedua pegawai yang sedang melayani sang pelanggan tersebut.
Yoga      : Mari bu dilihat-lihat dulu, yang terbaru ada disebelah sana (menunjuk kearah kanan)
Wita      : oh iyah terima kasih, tapi saya ingin yang simple dan warnanya tidak terlalu mencolok, ada ?
Yoga      : Tentu saja ada, Bagai mana dengan yang ini, Ini di design dengan sesimple mungkin, dengan warna Coklat muda yang elegan dan harganya sangat terjangkau.
Wita      : sebentar saya coba dulu, Cocok dengan warna kulit saya, enak enak dipakai, saya ambil yang ini.
Yoga      : sangat cocok dengan ibu, baiklah. Ada yang lain ibu ?
Wita      : Sebentar, saya tanyakan dulu dengan teman saya. Kamu suka dengan yang mana dan ? (bertanya pada rekannya yang bernama Wildan)
Wildan  : aku suka dengan yang ini, Cocok denganku. Bagaimana menurutmu, bagus bukan ?
Wita      : Bagus ko, Cocok buat kamu.
Dhanu   : itu sangat cocok untuk bapak. Bahan sepatu yang bapak pilih itu kualitas terbaik di toko ini pak, banyak orang-orang yang mencari-cari sepatu seperti itu.
Wildan  : wah, suatu kebanggaan dong saya memilih sepatu ini.
Dhanu   : Tentu saja pak. Sulahkan untuk pembayarannya di kasir kami ada di sebelah sana (Menunjuk arah Pojok Butik)
Dhanu dan Wita: Terimakasih banyak pak.
               Sementara Fitri sedang sibuk mengacak-acak tempat Kerja Juli, Ia menyalin hasil gambar Juli kedalam Notebooknya, lalu mengacak-acak hasil gambar Juli, lalu ia pergi meninggalkan Ruang kerja Juli dengan Hasil gambar Design Sandal milik Juli.
Tak lama kemudian tepatnya Pukul 10:30 Juli datang.
Juli         : Pagi pak Anong, oh iyah Terimakasih tadi udah mau bantu Juli
Anong   : pagi juga Mbak Juli, iyah sama-sama. Oh iyah, tadi ibu berpesan katanya kalau kamu udah dateng, kamu langsung disuruh ke Ruang Ibu tuh.
Juli         : oh iyah, Terimakasih yah pak Anong (sambil meningalkan tempat Kasir)
Juli         : (mengetuk pintu Ruang boss) Selamat pagi bu, ada yang bisa saya bantu ?
Suci        : oh Juli, Sini Masuk. Saya ingin menanyakan Hasil gambar kamu kemarin, Sudah jadi ?
Juli         : Oh itu, Sudah bu, Gambarnya sudah jadi, Ada di ruang kerja saya. Sebentar bu saya ambilkan.
               Juli pun memasuki ruang kerjanya, lantas ia terkejut saat melihat Ruang kerjanya begitu berantakan, tapi ia Hiraukan karna dia hanya sedag mencari Gambar yg kemarin ia buat. Tapi sayang, Gambar yg ia cari tidak ketemu. Lantas ia mencari Ryan dan Handoko, ia menanyakan apakah ia mengetahui gambar tersebut.
Juli         : rupanya kalian disini, aku ingin bertanya, apa kalian melihat gambar design sandalku kemarin ? aku menaruhnya di atas meja kerjaku, dan aku ingin menanyakan mengapa Ruang kerjaku sangat berantakan ?
               Handoko diam sejenak, ia berpikir apakah ini ulah Mbak Fitri.
Ryan      : Ruang udah saya Rapikan tadi pagi Ko mbak, tapi kalau soal gambar, saya tidak tahu.
Handoko: (berbisik pada Ryan) apakah ini ulah Mbak Fitri ?
Ryan      : Hust, jangan ngawur kamu, jangan asal menuduh.
Juli         : ngomongin apa sih kalian ini ?
Handoko: Ayoo Mbak Juli ikut saya keruang Boss, Ayoo yan kamu juga ikut.
               Mereka bertiga pun memasuki ruang Boss, dan perlahan-lahan Handoko menjelaskan apa yang  terjadi.
Suci        : (dengan tampang heran, ia bertanya pada Handoko) Ada apa Handoko ?
Handoko: Jadi Gini bu, waktu itu kebetulan saya sedang membersihkan Toilet, dan tanpa sengaja saya mendengar Mbak Fitri berbicara pada cermin bahwa ia memilikin rencana untuk mengeluarkan Mbak Juli dari Butik ini, dan kebetulan Gambar mbak Juli hilang, dan Ruang kerjanya pun Berantakan, padahal Ryan sudah membersihkannya tadi pagi.
Suci        : Benar Gambarmu Hilang ? (bertanya pada Juli) dan benar kamu sudah membersihkan Ruang kerja Juli (Bertanya pada Ryan)
Juli dan Ryan : Iyah Bu.
Suci        : Ryan, panggilkan semua pegawai, suruh mereka berkumpul keruangan saya. Ingat, semua pegawai !
Ryan      : Baik bu.
               Tidak lama kemudian semua pegawai berKumpul di ruang Boss, termasuk Fitri, Dhanu, Yoga dan Anong.
Suci        : saya tidak suka basa basi, Siapa diantara kalian yang mencuri dan menghancuran hasil gambar Juli ? Mengaku saja !!
               Wajah Fitri pun terlihat pucat saat mendengar tegasaan dari sang Boss, ia hanya bisa menundukan kepala
Suci        : Fitri, Benar kamu yang melakukan semua itu ?
Fitri        : amm aaa mmmm ( sambil terbata-bata) iyah Bu, saya sangat menyesal melakukan perbuatan ini, saya Minta maaf bu, saya berjanji Tidak akan melakukannya lagi. Maafkan saya Juli.
Suci        : Baguslah, Ingat yah untuk semuanya, Jika kita ingin bersaing, bersainglah secara sehat, bukan dengan menghancurkan karya orang lain, bekerjalah semampu kita. Ambilah pelajaran dari masalah ini, dan kamu Fitri, saya harap kamu tidak akan mengulanginya lagi, dan berkaryalah lebih bagus lagi.

Sebab Konflik                     : Persaingan
Tipe Konflik                        :  Konflik antara pegawai dengan pegawai lain
Metode penyeselesaian : Kompromi

JSEKIAN DAN TERIMAKASIH J

Nama Anggota Kelompok :
-        HANDOKO
-        ANONG
-        DHANU
-        RYAN
-        YOGA
-        WILDAN
-        SUCI
-        WITA
-        JULI
-        FIRTI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar